Minggu, 25 Mei 2014

Ekonomi


Memberi Makan Negeri dengan Impor 
Oleh Akhmat Fauzi

            Beberapa bulan lalu, harga kedelai terus meroket tinggi. Kedelai yang semula harganya sekitar Rp 7.700 - Rp 8.000 per kg mengalami kenaikan harga menjadi Rp 9.000 - Rp 10.000 per kg. Harga kedelai yang mahal membuat pedagang mengurangi stok mereka, sehingga terjadi kelangkaan kedelai. Padahal setiap tahun, Indonesia mengkonsumsi sekitar 2,2 juta ton kedelai, sementara produksi dalam negeri hanya 800.00-850.000 ton kedelai.
           Untuk mengatasi kelangkaan kedelai, pemerintah Indonesia berencana mengimpor 100 ribu ton kedelai dari Amerika Serikat. Tentu ini bukan pertama kalinya pemerintah harus mengimpor dari negara lain untuk mengatasi kelangkaan produk pangan dalam negeri. Pada bulan juli 2013 Indonesia terpaksa mengimpor 300 ribu ton cabai karena kurangnya pasokan cabai di pasar lokal. Produk pertanian lain seperti beras, bawang, dan kentang juga harus diimpor dari luar negeri. Indonesia saat ini bahkan Indonesia adalah importir beras dan kedelai terbesar di dunia. Ketergantungan para pemerintah terhadap impor saat ini cukup tinggi, padahal nilai mata uang rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat.
            Melihat sekilas perjalanan rupiah, mata uang Indonesia sengaja dibiarkan mengambang bebas sesuai dengan pasar. Keberadaan rupiah sebagai sebuah mata uang berhadapan dengan mata uang negara lain mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Pada tahun 1946, ketika itu nilai satu dollar yang semula sama dengan Rp 2.300,- menjadi Rp 5.500,- dan seterusnya nilai rupiah terjun bebas. Nilai rupiah tak kunjung stabil dan saat ini berada dikisaran 1 USD (US $) kurang lebih sama dengan Rp. 11.000,-.
            Kita harus mengingat bahwa nilai rupiah pernah mencapai Rp. 16.000 per dollar ketika krisis moneter 1998. Seharusnya krisis moneter 1998 mampu menjadi pelajaran penting bagi pemerintah. Krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997, dengan cepat menyebar ke negara asia lainnya dengan satu tahun, termasuk Indonesia. Krisis moneter berkembang menjadi krisis ekonomi, berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik. Waktu itu inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Anjloknya rupiah secara dramatis, menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok, bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah. Puluhan, bahkan ratusan perusahaan, mulai dari skala kecil hingga konglomerat, bertumbangan. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut.
            Akhirnya pemerintah menerbitkan Undang Undang Nomor 24 Tahun 1999 tentang Devisa Bebas, namun justru membuat keluar masuk mata uang asing tidak dapat lagi dikontrol. Karena itu pemerintah harus berhenti bergantung terhadap produk luar negeri karena tidak adanya kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Indonesia harus membenahi sektor pertanian, sebagai negara agraris seharusnya Indonesia dapat memenuhi makan penduduk bukan malah impor dari negara lain. Kita harus mencontoh negara tetangga kita Vietnam. Vietnam berkembang dari negara yang mengalami kekurangan pangan 30 tahun lalu menjadi eksportir beras kedua terbesar di dunia setelah Thailand.
            Indonesia harus mampu merealisasikan rencana swasembada pangan. Memang Indonesia memiliki banyak permasalahan dalam melakukan swasembada pangan. Salah satunya jumlah lahan pertanian di Indonesia yang semakin berkurang.
            Luas daratan Indonesia kurang lebih 190,9 juta ha. Dari keseluruhan luasan tersebut, 37,1 % telah dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya, seperti sawah, pertanian lahan kering, perkebunan, ladang dan penggunaan lainnya, sedangkan 62,9% lainnya berupa hutan. Dengan adanya pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat ini, dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi dan industri, menimbulkan konversi lahan pertanian.
            Untuk mengatasi alih fungsi lahan yang tak terbendung pemerintah sebenarnya sudah mengelurkan Undang-undang Nomor 41 tahun 2009. Dalam undang-undang tersebut diatur bahwa lahan yang sudah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan dilindungi dan dilarang dialihfungsikan. Lahan pertanian yang dilindungi hanya dapat dialihfungsikan untuk kepentingan umum, yang pelaksanaannya diatur dengan peraturan perundang-undangan. Namun kenyataannya, setelah empat tahun undang-undang tersebut dikeluarkan, masih banyak terjadi konversi lahan pertanian. Konversi lahan telah membuat luas lahan pertanian di Indonesia kian menyusut bahkan kalah luas dari Thailand yang penduduknya lebih sedikit
            Berdasarkan data Dinas Pertanian Sumatera Utara pada 2005, luas sawah di Kabupaten Langkat 49.415 ha. Namun, angka ini menurun menjadi 47.030 ha pada 2006, 45.747 ha pada 2007, dan berada di angka 42.985 ha di tahun 2010. Sementara itu, di Jawa Tengah laju penyusutan lahan produktif mencapai rata-rata 350-400 hektar per tahun. Badan Pertanahan Nasional mencatat sebanyak 3.099 juta ha lahan sawah yang telah diajukan permohonan untuk alih fungsi lahan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat pada 2004.
            Banyak pilihan yang dapat dilakukan Indonesia untuk menyelamatkan lahan pertanian di Indonesia sebelum terlambat. Penetapan lahan pertanian abadi merupakan salah satu opsi kebijakan yang oleh sebagian pihak dianggap paling tepat untuk mencegah proses alih fungsi lahan pertanian. Pada dasarnya lahan pertanian abadi adalah penetapan suatu kawasan sebagai daerah konservasi, atau perlindungan, khusus untuk usaha pertanian. Alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan non  pertanian dilarang dengan suatu ketetapan peraturan perundang-undangan. Jika dapat dilaksanakan secara efektif maka pastilah konversi lahan di kawasan konservasi tersebut tidak akan terjadi (Simatupang dan Irawan, 2003). Secara teoritis, dengan asumsi dapat diefektifkan, opsi kebijakan inilah yang paling ampuh untuk mencegah konversi lahan pertanian. Cara lain yang bisa dilakukan Indonesia adalah dengan menerapkan pajak yang sangat tinggi untuk alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian, sementara memberikan tanah untuk pertanian hanya dipajaki sangat minim.
            Permasalahannya, seberapa serius pemerintah ingin menyelamatkan pertanian Indonesia. Apakah negara ini bersungguh-sungguh untuk melakukan swasembada pangan atau tetap pada solusi lama yaitu impor.



Minggu, 18 Mei 2014

Kesehatan

POLA HIDUP SEHAT DAN LINGKUNGAN BERSIH, SOLUSI EFEKTIF MENGHADAPI PENYAKIT TIDAK MENULAR
Oleh Akhmat Fauzi
          Kesehatan memiliki nilai yang sangat tinggi, sehingga tidak bisa diukur dengan nilai uang. Walaupun kesehatan tidak ternilai harganya, namun banyak orang yang menghabiskan waktu miliknya tanpa memperdulikan kesehatan tubuhnya. Perkembangan zaman yang semakin maju justru membuat gaya hidup manusia jauh dari kata “sehat”. Gaya hidup modern dan tingkat kesibukan masyarakat yang tinggi menyebabkan kualitas kesehatan masyarakat menurun. Masyarakat pun semakin rentan terkena penyakit kronis. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) penyakit kronis atau Noncommunicable Diseases (NCDs) adalah penyakit tidak menular dan memiliki progresifitas yang lambat.1 Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh penyakit tidak menular.2 Berbagai macam penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, kanker, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit asma, sering kita temui pada masyarakat Indonesia.
          Penduduk Indonesia mempunyai potensi tinggi mengidap penyakit kronis. Penyakit kronis yang paling banyak diderita warga Indonesia adalah hipertensi. Penyakit hipertensi telah menyumbang 9,4 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.3 Saat ini jumlah penderita hipertensi cenderung meningkat di Indonesia.4 Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan bahwa 8,3% penduduk menderita hipertensi dan meningkat menjadi 27,5% pada tahun 2004.5 Penyakit tidak menular lainnya yang banyak diderita warga Indonesia adalah penyakit jantung iskemik dan stroke. Berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT, 2001) di kalangan penduduk umur 25 tahun ke atas menunjukkkan bahwa 27% laki-laki dan 29% wanita menderita hipertensi; 0,3% mengalami penyakit jantung iskemik dan stroke. Proporsi kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia meningkat dari 25,41% pada tahun 1980 menjadi 48,53% pada tahun 2001. 6
          Pengobatan penyakit tidak menular jelas memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan. Bank Dunia menyebutkan sekitar 49,5% rakyat Indonesia berpendapatan di bawah 2 US$/hari.7 Bagi masyarakat menengah ke atas yang memiliki uang cukup, berobat ke rumah sakit dan melakukan medical check up, tentu bukan sebuah masalah. Namun hal itu tetap saja hanya akan menghabiskan uang. Apalagi biaya perawatan dan pengobatan penyakit di Indonesia masih terbilang mahal, seperti harga terapi penyakit hepatitis C yang mampu mencapai Rp.2.500.000; per minggu.8 Sementara itu untuk penyakit kronis lain seperti penyakit kanker, biayanya juga cukup besar. Untuk diagnosa awal penyakit kanker dibutuhkan biaya Rp.10.000.000;. Apabila penyakit sang pasien harus mengambil tindakan operasi, maka akan dikenakan biaya minimal Rp.25.000.000; hingga Rp.29.000.000;. Biaya obat-obatan juga terus merangkak naik sejak 2011.9 Padahal harga obat-obat penyakit kronis tidaklah murah, obat-obat baru memiliki harga yang sangat mahal.
            Besarnya biaya pengobatan tentu memberatkan bagi warga Indonesia. Karena itu tindakan pencegahan merupakan solusi efektif untuk membendung gempuran penyakit kronis. Ada dua langkah yang harus dilakukan untuk dapat menghindari penyakit kronis, pertama kita perlu memulai hidup sehat dan kedua kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan sehat dan bersih sehingga mendukung kondisi kesehatan tubuh kita bersama.
Memulai Pola Hidup Sehat
            Kesehatan memiliki arti penting bagi tubuh kita. Menjaga kesehatan tubuh adalah cara paling efektif untuk menghindari penyakit kronis. Jika kita tidak menjaga kesehatan tubuh kita, maka otomatis tubuh akan menjadi tidak sehat dan akan memudahkan bibit penyakit untuk masuk ke dalam tubuh. Berbagai cara yang terbukti mampu untuk mencegah terjadinya penyakit kronis, yaitu berhenti mengkonsumsi rokok dan alkohol, menjaga berat badan, makan makanan sehat dan bergizi, memperbanyak makan sayuran dan buah, serta meningkatan aktifitas fisik seperti melakukan olahraga.
            Langkah awal untuk hidup sehat adalah menghindari konsumsi produk yang membahayakan kesehatan kita seperti rokok. Merokok sangat berbahaya bagi tubuh kita. Puluhan zat berbahaya pada rokok dapat merusak bahkan menggerogoti tubuh sehingga bisa berujung pada kematian. Salah satu zat yang berbahaya pada rokok adalah tar. Zat ini sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kronis seperti penyakit kanker paru-paru. Saat ini hampir 90% penderita kanker paru-paru disebabkan oleh aktivitas merokok. Asap rokok yang masuk ke dalam dalam paru-paru akan merangsang sel di paru-paru mengalami pertumbuhan tidak normal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat meninggal akibat penyakit kanker paru-paru. Selain penyakit kanker paru-paru, penyakit kanker lain yang disebabkan merokok adalah penyakit kanker kandung kemih. Studi menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah pada kanker kandung kemih. Penelitian menunjukkan bahwa penderita kanker kandung kemih hampir terjadi pada sekitar 40 persen perokok.10 Kita juga perlu berhenti mengkonsumsi alkohol. Meminum akohol secara berlebihan dapat merusak organ tubuh kita, salah satunya adalah hati atau liver. Hati merupakan organ dalam tubuh yang berperan dalam tubuh kita, terutama bila terdapat zat-zat yang membahayakan bagi tubuh. Konsumsi alkohol berlebihan akan meningkatkan resiko kerusakan hati. Bila hati telah rusak, tentu saja hati tidak akan bisa menghasilkan enzim yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, dampak negatif alkohol bagi kesehatan adalah merusak sirkulasi dan regulasi air dalam tubuh.
            Kita juga perlu menghindari makanan yang kurang baik bagi kesehatan kita, seperti junkfood, makanan instan, dan makanan yang mengandung bahan pengawet dan pewarna buatan serta perasa. Makanan semacam itu harus kita hindari, karena kurang baik bagi kesehatan kita, misalnya makanan berbahan pengawet yang dapat memicu penyakit kanker. Kita juga harus harus menguranginya makanan gorengan karena mengandung banyak lemak jahat. Lemak jahat adalah lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh adalah lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap di antara atom karbon pada rantai asam lemaknya, sementara lemak trans adalah lemak yang molekulnya tersusun atas rangkaian atom-atom karbon (C) yang mengandung satu atau lebih ikatan ganda dan memiliki struktur trans (dua cabang molekul yang berseberangan dengan rangkaian utama molekul). Lemak jenuh dan trans mampu meningkatkan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) dalam tubuh. Kolesterol LDL atau dikenal sebagai kolesterol jahat adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Dalam keadaan normal, kadar kolesterol LDL harus di bawah 200 mg/dL.11 Jika kadar LDL kita lebih tinggi dari itu, maka kadar LDL kita tergolong tinggi dan harus diturunkan untuk mencegah risiko penyakit jantung.
            Berolahraga sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh kita. Olahraga dan kesehatan adalah dua hal yang berbeda namun memiliki keterikatan yang sangat erat. Berolahraga merupakan rutinitas yang harus kita lakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Berolahraga memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat olahraga adalah dapat menurunkan tekanan darah. Para ahli kesehatan telah membuktikan bahwa saat berolahraga, aliran darah berjalan lebih lancar. Olahraga juga akan memiliki pengaruh positif bagi organ tubuh kita. Ketika kita berolahraga, organ tubuh khususnya jantung akan terpacu lebih cepat, sehingga otot jantung dapat bertambah kuat. Kuatnya jantung membuat aliran darah akan berjalan dengan lancar. Sementara itu, tarikan dan hembusan nafas yang lebih cepat membuat kerja paru-paru ikut terpacu. Gerakan olahraga juga mampu menstimulasi fungsi jaringan otot. Saat kita melakukan berbagai gerakan saat berolahraga, anggota tubuh yang bersangkutan juga akan terlatih. Misalnya saat kita berlari, anggota tubuh seperti kaki akan terlatih dengan baik. Saat kita melakukan senam pagi, anggota tubuh kita seperti kaki, tangan dan otot di sekujur tubuh ikut terkena efeknya. Dengan terlatihnya berbagai organ dan anggota tubuh membuat kerja setiap organ dan anggota tubuh menjadi lebih maksimal lagi. Hal inilah yang membuat tubuh menjadi sehat. Aktivitas olahraga juga membuat tubuh kita menghasilkan hormon endorphin dan testosteron yang mampu mengikis lemak dan menekan tumbuhnya kanker.12 Selain bermanfaat bagi kesehatan jasmani, olahraga juga memiliki peran positif bagi kesehatan rohani. Olahraga bisa membuat kita tidak mudah terkena stress. Tanpa stress tentu hidup akan lebih sehat karena banyaknya penyakit muncul berawal dari stress. Pikiran juga akan tetap segar dengan olahraga. Agar manfaat olahraga dapat kita rasakan, maka kita perlu berolahraga dengan konsisten. Kita perlu menyediakan waktu untuk olahraga.
            Hal yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan kita adalah memperhatikan asupan makanan bagi tubuh kita. Makanan merupakan sumber energi yang sangat penting bagi tubuh kita untuk dapat melakukan aktivitas setiap hari. Pola makan 4 sehat 5 sempurna merupakan komposisi makanan paling tepat untuk memenuhi nutrisi tubuh kita. Kita perlu mempraktekkan pola makan 4 sehat 5 sempurna untuk memperoleh kondisi badan yang sehat. Komposisi 4 sehat 5 sempurna terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu. Makanan pokok adalah makanan yang menjadi sumber energi dalam tubuh. Dalam hal ini yang termasuk makanan sumber energi adalah makanan yang kaya akan karbohidrat seperti nasi, jagung, gandum, kentang, oat, serta umbi-umbian. Selanjutnya, lauk pauk adalah makanan pendamping makanan pokok. Lauk pauk berfungsi sebagai sumber zat pembangun untuk tubuh. Makanan lauk pauk yang banyak yang mengandung protein misalnya seperti ikan laut. Makanan sehat berikutnya adalah sayuran. Sayuran menyuplai serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk memperlancar proses pencernaan. Sayuran mengandung berbagai unsur mineral yang dibutuhkan tubuh seperti zat kapur, zat besi, magnesium dan fosfor. Sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh adalah sayuran yang berwarna hijau karena sayuran ini mengandung klorofil. Klorofil (zat hijau daun) pada sayuran hijau merupakan pigmen dari tanaman yang warnanya hijau dan terdapat dalam kloroplas sel tanaman. Menurut penelitian para ahli gizi, klorofil dapat dimanfaatkan untuk merangsang pembentukan sel darah merah pada penderita anemia. Selain itu klorofil juga mampu berfungsi sebagai pembersih alamiah (mendorong terjadinya detoksifikasi); antioksidan yang akan menetralkan radikal bebas sebelum menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh; antipenuaan dan antikanker. Selain itu, enzim protease inhibitor yang terdapat dalam sayuran hijau dapat berfungsi sebagai pencegah timbulnya kanker, terutama kanker pada usus. Mengkonsumsi sayuran hijau secara teratur dalam setiap porsi makan dapat mempertahankan keremajaan kulit dan membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah.13,14 Diusahakan pengolahan sayur jangan terlalu lama supaya tidak menghilangkan kadar vitaminnya. Selanjutnya kita juga perlu memakan buah. Buah memiliki nutrisi dan gizi yang diperlukan tubuh. Buah sangat bermanfaat bagi tubuh dan merupakan bagian yang tak terpisahkan agar kita dapat selalu sehat dan bugar. Buah kaya akan vitamin yang berperan untuk kesegaran dan kesehatan tubuh. Selain itu buah-buahan juga mengandung mineral dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Susu merupakan makanan pelengkap. Kita juga perlu untuk memperbanyak minum air putih.
            Kita juga perlu menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan merupakan salah satu tanda obesitas. Obesitas atau kegemukan adalah ketidakseimbangan jumlah makanan yang masuk dibanding dengan pengeluaran energi oleh tubuh. Obesitas dapat terjadi akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Hal tersebut terjadi karena pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Obesitas dinilai berbahaya dan berdampak buruk bagi kesehatan karena dapat memicu datangnya penyakit yang serius. Kegemukan telah lama menjadi penyebab utama risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pada area kardiovaskular seperti penyumbatan pembuluh darah. Penelitian telah membuktikan bahwa orang yang memiliki kelebihan berat badan memiliki kemungkinan 21 persen lebih besar untuk meninggal akibat kanker daripada yang memiliki bobot normal.15 Selain itu, masih banyak risiko-risiko lainnya yang mengancam orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Saat ini di Indonesia, penyakit obesitas belum banyak mendapat perhatian oleh masyarakat. Mulai saat ini sebaiknya kita membiasakan diri untuk menjaga berat badan serta kesehatan tubuh.
Menciptakan Lingkungan Bersih
            Lingkungan yang bersih adalah hal yang terkesan “sepele” namun ternyata memiliki dampak yang sangat besar. Lingkungan yang bersih akan menunjang terwujudnya hidup sehat. Tubuh memerlukan lingkungan yang bersih sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit, bukan lingkungan yang kotor dan penuh polusi. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas, apabila seseorang tinggal dalam lingkungan kumuh dengan sanitasi lingkungan yang buruk, maka dapat dipastikan bahwa ia akan lebih mudah terkena penyakit. Lingkungan yang kotor merupakan sumber penyakit. Bakteri penyebab penyakit dapat berkembang dengan cepat pada lingkungan kotor seperti pada tumpukan sampah. Lingkungan yang kumuh dan kotor pada abad pertengahan di  Eropa menjadi salah satu penyebab dengan mudahnya penyakit pes menyebar di Eropa. Pada saat itu, kesadaran masyarakat Eropa sangat rendah pada kebersihan tempat tinggalnya sehingga membuat tikus hitam sebagai pembawa sumber penyakit berkembang biak dengan cepat. Penyakit pes telah membawa wabah penyakit hebat yang disebut wabah Hitam. Wabah penyakit tersebut telah membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa pada abad pertengahan.16
            Pada masa sekarang lingkungan yang kotor dan kumuh masih tetap kita jumpai di sekitar kita. Dari berbagai permasalahan lingkungan yang ada, polusi merupakan dasar dari berbagai permasalahan lingkungan kita. Polusi tak hanya membawa dampak buruk bagi lingkungan, polusi juga membawa dampak buruk pada manusia yang tinggal di lingkungan tertentu. Sebagai contoh, polusi sampah dapat mengakibatkan peningkatan berbagai macam penyakit infeksi saluran pencernaan, tifus, kolera, disentri, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan karena dengan adanya sampah yang menggunung, binatang pembawa penyakit seperti lalat dan kecoa akan menjadi semakin banyak.
            Kotornya lingkungan kita juga bisa dillihat dari kondisi udara di sekitar kita. Manusia serta semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini sangat membutuhkan udara yang sehat untuk bernapas. Apabila kita menghirup udara yang bersih serta mengandung oksigen tersebut tentunya badan kita akan merasakan segar dan pada saluran pernapasan kita pun akan lancar. Sayangnya udara bersih sudah sangat sulit diperoleh. Polusi udara kerap kita jumpai di berbagai tempat. Jumlah kendaraan Indonesia yang sangat banyak telah memberikan sumbangan polusi udara yang besar. Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada tahun 2010, jumlah populasi kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 50.824.128 unit.17 Berbagai macam partikel hasil pembakaran bahan bakar fosil menjadi ancaman kesehatan kita. Pemerintah Indonesia mencatat adanya peningkatan polutan udara secara tajam dalam 1,5 tahun terakhir bersamaan dengan tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Peningkatan itu terjadi pada jumlah particulate matter, karbon monoksida, dan nitrogen dioksida pada tahun 2011. Dalam catatan pemerintah, lonjakan itu tertinggi dalam kurun satu tahun, sekurangnya sejak 2005. Data terbaru menunjukkan bahwa level tertinggi itu bertahan pada paruh pertama 2012.18  Jelas hal ini akan sangat membahayakan kesehatan kita. Polusi udara akan mengakibatkan gangguan pernapasan bahkan penyakit kanker paru-paru.
        Untuk hidup sehat kita perlu lingkungan sehat. Lingkungan yang sehat dan bersih sangat bergantung pada individu dan masyarakat. Jika kita tinggal di lingkungan masyarakat yang membiasakan hidup bersih, tentunya ini akan memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh kita. Tetapi sebaliknya jika kita tinggal di sekitar masyarakat yang membiasakan hidup kotor, hal ini akan mempengaruhi psikis dan mental kita. Lingkungan yang sehat dan nyaman hanya bisa diwujudkan jika kita mau bergerak bersama. Masyarakat, lembaga  swadaya masyarakat, dan  pemerintah serta organisasi lainnya harus saling bahu-membahu menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Ada beberapa langkah yang bisa kita ambil untuk menciptakan lingkungan bersih.
            Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memberikan kesadaran pada masyarakat tentang arti penting lingkungan bersih. Agar bisa mewujudkan lingkungan yang sehat dalam masyarakat, maka diperlukan adanya sosialisasi. Pemerintah atau lembaga masyarakat harus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sosialisasi dapat dilakukan pada masyrakat umum terutama pada anak-anak agar kesadaran lingkungan bersih dan sehat bisa tumbuh sejak usia dini. Membiasakan hidup bersih sejak usia anak-anak tentu lebih membuahkan hasil yang luar biasa daripada pembiasaan diri pada usia setelahnya. Dengan diadakannya sosialisasi kebersihan lingkungan, diharapkan budaya membuang sampah di sungai dan selokan dapat dihentikan. Seperti yang kita ketahui sungai dan selokan yang kotor bisa menjadi penyebab sumber penyakit. Selain melalui sosialisasi, gerakan penyuluhan, pembinaan, dan pengarahan terhadap warga  yang difokuskan pada usaha-usaha untuk mengurangi pembuangan limbah rumah tangga sembarangan, membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan, perlu diupayakan. Agar program tersebut dapat berjalan dengan lancar, maka kerjasama pemerintah dengan masyarakat harus terjalin dengan baik. Melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung, tentu upaya memunculkan kesadaran budaya hidup sehat dan bersih akan lebih mudah diwujudkan. Pemerintah tidak dapat hanya sebatas menghimbau mengenai kebersihan lingkungan itu penting, tetapi pemerintah juga perlu memberikan contoh dan terjun langsung ke lingkungan masyarakat. Pemerintah harus membuat peraturan tentang kebersihan lingkungan dengan tegas tegas.
            Kita juga perlu mengurangi polusi udara, salah satunya dengan memperbanyak jumlah ruang hijau. Jumlah kandungan karbondioksida di pemukiman penduduk terutama daerah perkotaan dapat berkurang seandainya terdapat pepohonan yang cukup banyak. Tumbuhan dapat menyerap karbondioksida yang ada di dalam udara dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Melalui penanaman pohon akan mengurangi kandungan karbondioksida di udara. Selain itu, oksigen yang dihasilkan sangat dibutuhkan dalam proses pernapasan yang dilakukan manusia dan makhluk hidup yang lain. Semakin banyak jumlah kadar oksigen yang ada di dalam udara maka itu menunjukkan bahwa udara dalam keadaan yang baik bagi kesehatan manusia. Selain itu, untuk mengurangi polusi udara, kita perlu berhenti menggunakan alat transportasi pribadi dan beralih pada alat transportasi massal. Kita juga bisa memulai menggunakan sepeda jika jarak dari tempat yang dituju tidak terlalu jauh. Oleh sebab itu, pemerintah perlu berperan aktif dengan menyediakan alat transportasi massal, menyediakan jalan khusus bagi pengendara sepeda, dan membuat kebijakan baru untuk melindungi udara dari pencemaran seperti mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah.



Daftar Pustaka
1.   World Health Organization. Chronic Diseases. http://www.who.int/topics/chronic_diseases/en/. Diakses 10 Januari 2014.
2.     Departemen Kesehatan. 2012. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Penyakit Tidak Menular
3.      Santi, Natalia. 2013. 9,4 Juta Kematian Tiap Tahun akibat Hipertensi. http://www.tempo.co/read/news/2013/04/02/060470841/94-Juta-Kematian-Tiap-Tahun-akibat-Hipertensi. Diakses 10 Januari 2014.
4.      Mansjoer  A, ed. 1999. Hipertensi di Indonesia. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius.
5.      Departemen Kesehatan. 2004. Survei kesehatan nasional. Laporan Departemen Kesehatan RI. Jakarta.
6.      Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. Jakarta.
7.      Bank Dunia. 2011. Poverty Headcount Ratio at $2 a day (PPP) (% of population). http://data.worldbank.org/indicator/SI.POV.2DAY. Diakses tanggal 10 Januari 2014.
8.      Agus, Putro. 2013. Mahalnya Biaya Pengobatan Hepatitis Bikin Kantong Kempis. http://health.detik.com/read/2013/06/20/200023/2279570/763/mahalnya
-biaya-pengobatan-hepatitis-bikin-kantong-kempis. Diakses 10 Januari 2014.
9.      Pramudiarja, Uyung. 2013. YKI: Biaya Pengobatan Kanker Rata-rata Rp 100 Juta/Bulan. http://health.detik.com/read/2012/08/03/092724/1982101/763/yki-biaya-pengobatan-kanker-rata-rata-rp-100-juta. Diakses 10 Januari 2014.
10.  Rumah Sakit Usada Insani. 2012. Bahaya Rokok Bagi Kesehatan. http://www.rs-usadainsani.com/article/detail/65. Diakses 10 Januari 2014.
11.  Waluyo, Srikandi. 2010. The Book of Antiaging Rahasia Awet Mind Body Spirit. Jakarta: PT Elex Media Kpmputindo.
12.  Wahyudin. 2003. Menuju Kreativitas.Jakarta: Gema Insani Press.
13.  Mangan. Yellia. 2003. Cara Bijak Menaklukan Kanker. Jakarta: PT ArgoMedia Pustaka.
14.  Bangun, A.P. 2005. Jus Buah & Sayuran Untuk Mengatasi Kanker. Jakarta: Agromedia Pustaka.
15.  Anonim. 2012. Obesitas Tanda Tak Sehat. http://health.okezone.com/read/2012/02/09/486/572486/obesitas-tanda-tak-sehat. Diakses 10 Januari 2014.
16.  Adams, Simon. 2008. Atlas Dunia Abad Pertengahan. Jakarta: Erlangga.
17.  Arianto, Arif. 2011. Kendaraan Bermotor di Indonesia Terbanyak di ASEAN. http://www.tempo.co/read/news/2011/08/19/124352572/Kendaraan-Bermotor-di-Indonesia-Terbanyak-di-ASEAN. Diakses 10 Januari 2014.
18.  Otto. Ben. 2012. Udara Kotor, Sisi Buruk Kemakmuran. http://indo.wsj.com/posts/2012/10/10/udara-kotor-sisi-buruk-kemakmuran/. Diakses 10 Januari 2014.